Minggu, 10 Maret 2019

2019 Tahun sensitif dan tahun politik


Konsep islam dalam memilih pemimpin

Untuk menjalankan tatanan dalam kehidupan secara kodrat di muka bumi ini di butuhkan seorang pemimpin. Karena pemimpin yang baik akan menghasilkan kebijakan - kebijakan yang sangat baik. Bahkan saking pentingnya sorang pemimpin
Saidina Ali pernah berkata, “Lebih baik dipimpin oleh orang yang zalim daripada negara tidak ada pemimpin.” Ini menunjukkan bahwa keberadaan pemimpin dalam negara itu mutlak diperlukan. Dalam sebuah pengajian bersama Tgk Marhaban Habibi Bakongan (Waled Bakongan), beliau menjelaskan bahwa memilih pemimpin hukumnya wajib dan setiap insan akan berdosa jika tidak ada pemimpin walaupun cuma sehari. Melihat kenyataan yang seperti ini tentulah tidak ada alasan bagi kita untuk menolak keberadaan seorang pemimpin.

Di era tahun politik ini tahun 2019 bisa jadi akan menjadi tahun yang bersejarah dan pastinya akan selalu di ingat oleh banyak lapisan masyarakat pada umumnya,mengapa seperti itu ,karena di tahun 2109 banyak orang-orang yang berlomba-lomba ingin menduduki kursi nomer satu di wilayah nya ,entah itu kepala desa,camat,bupati,gubenur,legeslatif bahkan presiden pun pemilihannnya di tahun ini.

Segala upaya dilakukan untuk memenangkan suara dan menjadi nomer 1. Tak heran kalau kita menyebut tahun 2019 adalah tahun sensitif.

Bicara tentang sosok pemimpin islam
Sudah memberikan sebuah arahan jelas dalam memilih seorang pemimpin

  • Pedoman dalam Memilih Pemimpin
  1. Prinsip-prinsip dasar dalam memilih pemimpin.
Walaupun dalam Islam tidak dijelaskan bagaimana sistem atau tata cara memilih pemimpin, apakah model demokrasi melalui pemilu seperti di Indonesia atau yang lainnya, namun prinsip-prinsip dasar siapa yang boleh diangkat atau dipilih sebagai pemimpin banyak ditemui dalam Al-Qur’an maupun hadits-hadits Nabi, antara lain:
  1. Tidak mengambil orang kafir atau orang yang tidak beriman sebagai pemimpin bagi orang-orang muslim karena bagaimanapun akan mempengaruhi kualitas keberagamaan rakyat yang dipimpinya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Surat An-Nisaa: 144 :
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, jangan-lah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? (QS. An-Nisa: 144).

  1. Tidak mengangkat pemimpin dari orang-orang yang mempermainkan agama Islam, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Maidah: 57 :
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, jangan-lah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) diantara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman”. (QS. Al-Maidah: 57).

  1. Jangan memilih pemimpin berdasarkan kekerabatan ataupun pertemanan dengan mengorbankan faktor agama dan keimanan. Allah berfirman:
Artinya:
“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa diantara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (QS. At-Taubah: 33)

Dalam hal ini Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa yang menempatkan seseorang karena hubungan kerabat, sedangkan masih ada orang yang lebih Allah ridhoi, maka sesungguhnya dia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan orang mukmin”. (HR. Al Hakim)

Umar bin Khatab berkata:
”Siapa yang menempatkan seseorang pada jabatan tertentu, karena rasa cinta atau karena hubungan kekerabatan, dia melakukannya hanya atas pertim-bangan itu, maka sesungguhnya dia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan kaum mukminin”.

  1. Pemimpin harus mempunyai keahlian di bidangnya. Pemberian tugas atau wewenang kepada yang tidak berkompeten akan mengakibatkan rusaknya pekerjaan bahkan organisasi yang menaunginya. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW.
“Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancurannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Dan juga perhatikan hadits di bawah ini:


Artinya:
“Dari Abu Dzar dia berkata, saya bertanya (kepada Rasulullah SAW): Wahai Rasulullah kenapa engkau tidak memberikan suatu jabatan? Rasulullah menjawab sambil memukulkan tangan-nya di pahaku: Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau orang yang lemah. Sesungguhnya jabatan itu amanat. Di hari kiamat jabatan itu bisa mendatangkan kesedihan dan penye-salan, kecuali bagi orang yang menunaikannya dengan baik dan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban atas dirinya”. (HR. Bukhari).

  1. Pemimpin harus bisa diterima (accep-table), mencintai dan dicintai umatnya, mendoakan dan didoakan oleh umatnya. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW.
“Sebaik-baik pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mencintai kamu, kamu berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untuk kamu. Seburuk-buruk pemimpin adalah mereka yang kamu benci dan mereka membenci kamu, kamu melaknati mereka dan mereka melaknati kamu.” (HR. Muslim)

  1. Pemimpin harus mengutamakan, mem-bela dan mendahulukan kepentingan umat, menegakkan keadilan, melaksa-nakan syari’at, berjuang menghilangkan segala bentuk kemunkaran, kekufuran, kekacauan, dan fitnah, sebagaimana Firman Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Surat An-Nisa’: 58 :
Artinya:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di-antara manusia supaya kamu menetap-kan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. An-Nisa: 58)

Dan juga Allah berfirman dalam Surat An-Nahl: 90:
Artinya:
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl: 90)

  1. Pilih pemimpin yang aspiratif, mau memperhatikan keluhan masyarakat, bersikap lemah lembut dan gemar bermusyawarah. Allah berfirman dalam QS. Ali Imran: 159 :
Artinya:
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka men-jauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah am-pun bagi mereka, dan bermusyawarah-lah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membu-latkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawak-kal kepada-Nya. (QS. Ali Imran: 159)

  1. Pemimpin harus memiliki bayangan sifat-sifat Allah SWT yang terkumpul dalam Asmaul Husna dan sifat-sifat wajib Rasul yang 4 yaitu sidiq (jujur), amanah (bisa dipercaya), fathanah (cerdas) dan tabligh (bisa menyam-paikan gagasan dan mampu membawa umatnya ke arah perbaikan dan kemajuan).
  2. Mampu menjadi teladan untuk umat, sebagaimana Rasulullah yang menjadi figur teladan bagi umatnya juga. Allah SWT berfirman:
Artinya:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang meng-harap (rahmat) Allah dan (kebahagiaan) pada Hari Akhir, serta banyak mengingat Allah”. (QS. Al-Ahzab: 21)

  1. Pemimpin berat resikonya
Menjadi pemimpin, walaupun memiliki kedudukan yang mulia, namun berat resikonya. Maka janganlah meminta jabatan, tetapi kalau dipilih terimalah. Perhatikan hadits berikut ini:

Artinya:
Dari Abdurahman bin Samrah, dia berkata: Nabi SAW bersabda: Wahai Abdurrahman, janganlah kamu minta jabatan, sesung-guhnya jika kamu dapat jabatan karena minta, maka akan menanggung banyak beban, tetapi kalau kamu mendapat ja-batan tanpa minta-minta maka kamu akan memperoleh pertolongan. (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW juga mengingatkan dalam suatu hadits:
Artinya:
“Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: Sungguh kamu sekalian sangat berhasrat menjadi pejabat, padahal itu akan menjadi penyesalan di hari qiyamat”.
(HR. Bukhari)

  1. Jika tidak ada kandidat yang memenuhi standar
Bagaimana jika tidak ada kandidat yang memenuhi standar yang sudah ditetapkan? Atau bahkan bagaimana bila ada kekhawatiran tugas jabatan itu akan jatuh pada orang yang tidak amanah dan akan lebih banyak membawa madlorot bagi umat Islam? Dalam kasus seperti ini, tentu tidak ada salahnya bila yang memiliki keahlian berusaha untuk meraihnya. Dengan catatan: (1) harus niat ikhlas semata-mata mencari ridlo Allah SWT,           (2) amanah dan akan tetap istiqomah,           (3) memiliki keunggulan dari pada kom-petitor lainnya dan (4) ada kekhawatiran terjadinya bencana jika dibiarkan jabatan itu diserahkan kepada orang lain. Simak kisah Nabi Yusuf yang meminta untuk diangkat sebagai bendahara negeri Mesir.
Allah berfirman: “(Yusuf berkata): Jadikan-lah aku bendahara negeri (Mesir), karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga (amanat) dan berpenge-tahuan”. (QS. Yusuf: 55)
 Untuk itu sebagai generasi emas  indonesia sudah saatnya lah kita menjadi pemilih yang cerdas,pastikan kita ambil bagian didalam pilpres 2109, kalo diperlukan kita sholat mohon petunjuk dalam memilih pemimpin yang bisa menjalanlan amanah.
Jangan kau jual suaramu ,karena itu menentukan  indonesia kedepan nya.






Daftar Pustaka
 https://www.google.com/amp/s/mangunbudiyanto.wordpress.com/2016/09/10/pedoman-memilih-pemimpin-dalam-islam/amp/
  • Agus Supatera, Petunjuk Al-Qur’an dalam Memilih Pemimpin, riau-kemenag.go.id, diunduh tanggal 10 Oktober 2015
  • Al-awardi, Al-Ahkam As-Sulthaniyah, Hukum-Hukum Penyelenggaraan Negara dalam Syare’at Islam, Farid Bahri. Bekasi : Darul Falah, 2012.
  • Fakih, Aunur Rohim, dkk, Kepemimpinan Islam. Yogyakarta : UII Press, 2005
  • Hadari Nawawi, Kepemimpinan Menurut Islam.Yogyakarta : Gajah Mada University Press, 1993.
  • Mahadi Zaenudin, Abd Mustakim, Studi Kepemimpinan Islam. Yogyakarta : Al-Muhsin Press, 2002.
  • Syihab, M Quraish, Membumikan Al-Qur’an.Bandung : Mizan, 2001.
  • _______, Tafsir Al-Misbah. Jakarta : Lentera Hati, 2009.
  • Tim Dep. Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta : Dep. Agama RI, 1998.
  • ______, Al-Qur’an dan Tafsirnya.Yogyakarta : UII Press, 2004.

Sabtu, 09 Maret 2019

Tanpa Sponsor, Samben Fc masih tetap Exist


Tak banyak yang tahu mungkin sejarah berdirinya club sepak bola salah satu kebanggan arek-arek gresik,khusus nya gresik selatan.

Club yang lama berdiri ini tepat nya di desa kesamben kulon ,wringin anom gresik merupakan club yang di dirikan oleh salah satu pemain legenda jebolan salah satu club surabaya diera gala tama.

Bambang sapaanya adalah salah satu perintis club ini asli putra daerah di tahun 1990 membentuk SSB samben beliau mengatakan tujuan didirikan club sepak bola desa samben ini pada awalnya hanya sebuah keisengan untuk menyalurkan bakat nya,dan dilihat begitu banyak nya potensi pemain muda di era itu sehingga timbul rasa untuk menjadi pelatih sepak bola kesamben kulon.

Seiring berkembangan sepak bola di indonesia, club sepak bola ini semakin banyak peminat nya ,bahkan pemain nya pun banyak yang dari luar desa samben,
Ada beberapa pemain yang sempat menarik perhatian pada masa itu,dia adalah Bertus dan saudaranya almarhum Hila mungkin sosok pemain papua  ini lah yang menambah daya saing di club samben.

Dimasa kejayaan SSB samben ini telah banyak menghasilkan banyak sekali pemain berbakat diantara nya ,Shohib yang pernah di kontrak olah assyabab surabaya yaitu kelas utama Persebaya.
Harmoko,sumali pun merupakan pemain yang pernah membela SSB samben ini.

Pasang surut pun mulai dialami SSB samben dan sempat juga mengalami perubahan nama menjadi FC Delista dan mengalami beberapa pergantian pengurus dan mengalami kefakuman yang cukup lama.

Hingga pada tahun 2018 munculah sebuah semngat baru yang di gawangi oleh pemain papua ini Bertos, adalah sosok yang dinggap sangat fenomenal khususnya bagi para pemain SSB Samben.karena beliau sangat berkeinginan mengembalikan kejayan SSB samben.dia berkeingan supaya samben bisa merasakan gelar juara lagi.

SAMBEN FC atau Porkes pun dipilih sebagai nama club ini,dan tentunya di tangan Bertos yang ditunjuk sebagai pelatih oleh Bambang dan Riyaman diharapkan mampu mengangkat kembali kejayaan samben FC.

Sebagai seorang pelatih bertos telah memilih pemain -pemain yang luar biasa diantara lain mawi aguero,Toni,Rio roba,sinyo,sukar dkk ini dipilih dengan seleksi ketat.

Mungkin banyak yang harus di pelajari dari Samben FC maklumlah karena mereka mampu bertahan sampai sekarang meski tidak ada satupun sponsor yang ada di jersey mereka.

Para pemain hanya punya satu impian,satu niat dan sebuah harapan yang sama untuk menjadi yang terbaik.

Selasa, 05 Maret 2019

Cara cepat bahasa inggris

Halo sobat “berbagi info”  what have we learnt? Last topic we discussed about To be ,
Sobat kali ini kita akan belajar secara cepat tentang bahasa inggris
Kunci nya biar kalian cepat bisa dalam bahasa inggris
1.Brave : kalian harus berani ,berani berbahasa inggris tentunya
2.Don’t be affraid make mistake : jangan takut ya sobat untuk melakukan kesalahan.
3. sure on yourself : yakin pada diri kalian sobat bahwa kalian bisa
Ok sobat sedikit sharing ya bahasa inggris itu yang terpenting adalah kosa kata ,semakin banyak kosa kata yang kalian pahami semakin cepat kalian bisa berbahasa inggris
Sobat sekarang saya kasihkan rahasia nya , bagaimana supaya kita cepat bisa berbahasa inggris

Mungkin kita pratek tenses dulu ya sobat ,yang sering di pakai dalam keseharian kita ,biasa nya sih cukup 3 atau 4  tenses an syukur2 kita bisa tau 16 tenses dalam bahasa inggris.
Sobat tau kan tenses itu apa?
Sobat,pengertian tenses : itu adalah bentuk waktu yang akan yang menjelaskan kapan terjadi nya peristiwa dan ini mempengaruhi kita dalam bicara bahasa inggris.
Kita akan menggunakan
1.present tense ( waktu sekarang / sesuatu yang sering di lakukan/ kebiasaan seharuI -hari.) Ini pakai verb 1 ( kata kerja ,atau pakai tobe am,is,are)
2. Past tense ( lampau / sudah terjadi) ini menggunakan tobe was/were atau kata kerja bentuk ke dua,
3. perfect tense: ini hampir sama dengan past tense ,Cuma kalo past perfect ini ciri -ciri nya menggunakan have been,has been / have/ has : yang di artikan sudah dan di ikuti oleh kata kerja bentuk ke
4. Future tense : untuk peristiwa yang belum terjadi atau akan terjadi biasanya menggunakan
Will / tobe going to .

Sekarang biar kita lebih jelas lagi simak contohnya
Misalkan
“Sekarang Saya makan bakso di kantin “
Kita akan menerjemahkan kata di atas dengan 4 tenses :
1.Present tense
Now I eat meatball in the canteen
Atau I eat meatball in the canteen Now
Pembahasan :
Now : sekarang ( keterangan waktu ) boleh ditempatkan di depan atau di belakang kalimat.
I : saya ( sebagai subjek)
Eat : makan (kata kerja) sebagai predikatnya
In the canteen: di kantin keteragan tempat

2.Sekarang kalimat itu kita rubah kedalam bentuk past tense : lampau/sudah terjadi

Now I eat meatball in the canteen berubah menjadi yesterday I ate meatball in the canteen
Di kalimat past tense yang berubah hanya keterangan waktu dan kata kerja nya saja

2.Sekarang menjadi perfect tense
I have eaten meat ball in the canteen : saya sudah makan bakso di kantin

Silahkan di simak yang berubah juga kata kerja nya
Yaitu memakai verb 3
3.Sekarang ke bentuk future tense ( akan datang)

I will eat meatball in the canteen later ( saya akan makan bakso di kantin nanti)

Jadi tenses sangat penting di pelajari untuk kita supaya kita tau kapan kejadian itu terjadi.

Sekarang kalian coba pratekan bikin sebuah kalimat di bawah ini dengan tenses di atas

Gunakan juga kata kerja di bawah ini

Verb 1                           Verb 2           Verb 3
Drink ( minum)             Drank           Drunk
Sleep (tidur)                 Slept             Slept
Enjoy (menikmati)      Enjoyed         Enjoyed

Coba bikin ya : nanti kita sharing lagi by sobat “berbagi info”

Senin, 04 Maret 2019

To be dalam bahasa inggris

Hai sahabat  "berbagi info" disini penulis akan mencoba berdiskusi tentang to be ( is ,am, are ,was ,were).
Tentunya yang belajar bahasa inggris pasti tau apa itu to be.
Atau yang baru belajar bahasa inggris baru tau tobe ya ,,is okay never mind heheehe.....
To be bisa diartikan juga dengan " adalah" tapi secara  pemakiannya sendiri dalam bahasa inggris  tobe sering kali tidak diartikan.

Ingin tahu lebih jelas nya tentang to be dan penerapannya simak nya di bawah ini:

to be ( is ,am, are ,was ,were). Di gunakan apabila dalam pemakiannya di kalimat tersebut menggunakan :
Kata sifat (adjective)
Kata benda (noun)
Verb ing ( yang menerangkan sedang di lakukan)
Dan pemakain tobe tergantung pada subject nya

Lihat di bawah ini:

Sekarang kita fokus kan lagi ya di beberapa contoh di bawah ini:

adjective : (kata sifat meliputi: warna,usia,ukuran,bentuk,etc)
Noun: ( kata benda meliputi: nama orang,nama benda ,pokok nya hal- hal kebendaan gitu ya sahabat.)
Verb ing ( meliputi kata kerja ....kata kerja contoh nya hal- hal yang berhubungan dengan aktifitas /tindakan boleh kita sebut kata kerja contoh : run (lari) ,sleep (tidur) ,drink (minum) etc..

Oke sobat yuk kita lihat contoh lengkap nya di bawah ini :

Tono is big kid (tono anak yang besar)
My book is red color ( bukuku berwarna merah)

Spongbob is square
You are happy

I am cooking
We are swimming in the swimming pool

Lihat di bawah ini biar lebih jelas

I ---- am                       he ------is
You---are                      she------is
They---are                     it--------is
We-----are

Untuk tobe was dan were cara penggunaanya sama seperti yang di terangkan di atas,beda nya kalau was dan were itu past tense (masa lampau/ yang sudah terjadi :



Contoh :

I was busy yesterday. (saya sibuk kemarin.)


I was not busy yesterday. (saya tidak sibuk kemarin.)


Was Dina busy yesterday? (apakah Dina sibuk kemarin?)


Was Dina not busy yesterday? (apakah Dina tidak sibuk kemarin?)


We were in the class. (kami berada di kelas.)


We were not in the class. (kami tidak berada di kelas.)


Were they in the class? (apakah mereka berada di kelas?)


Were they not in the class? (apakah mereka tidak berada di kelas)


2019 Tahun sensitif dan tahun politik

Konsep islam dalam memilih pemimpin Untuk menjalankan tatanan dalam kehidupan secara kodrat di muka bumi ini di butuhkan seorang pemimpin...